07 Jul, 2026
5 Menit Baca

Sejarah Awal Puasa

Sejarah Awal Puasa

Dalam kepercayaan Islam, Nabi Adam adalah orang yang pertama kali menjalankan puasa. Diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa saat Nabi Adam diturunkan ke muka Bumi, tubuhnya menjadi hitam karena terbakar oleh matahari. Allah kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada hari-hari putih (ayyamul bidh) selama tiga hari, yakni tanggal 13, 14, 15. Ketika Nabi Adam melakukan puasa pada hari pertama, sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih dan seluruh tubuhnya telah kembali seperti semula ketika menyelesaikan tiga hari puasa.

Sebelum umat Nabi Muhammad, umat nabi terdahulu juga melaksanakan puasa. Nabi Nuh menjalankan puasa selama tiga hari setelah kapalnya terkatung-katung di atas air. Nabi Ibrahim juga melakukan puasa, yang kemudian diikuti oleh keturunannya. Nabi Yakub, Nabi Yusuf, Nabi Yunus, Nabi Ayub, Nabi Syuaib, Nabi Khidir, Nabi Illyas, Nabi Daud, dan Nabi Zakariya, juga melaksanakan ibadah puasa. Puasa dilakukan para nabi untuk menguatkan jiwa dalam menghadapi cobaan, juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.

Nabi Musa melaksanakan puasa sebanyak 40 hari 40 malam ketika hendak menerima wahyu di Bukit Tursina di Gurun Sinai. Selain itu, Nabi Musa berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai tanda syukur kepada Allah karena telah diselamatkan dari serangan Firaun. Puasa 10 Muharram masih dilakukan oleh orang Yahudi pada masa Nabi Muhammad. Untuk meneladani Nabi Musa, Nabi Muhammad pun memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Setelah itu, baru diturunkan perintah untuk menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan kepada umat Islam. 

Adapun Nabi Isa, yang diutus oleh Allah enam abad sebelum Nabi Muhammad, juga melaksanakan ibadah puasa. Nabi Isa bersama para pengikutnya hendak meneruskan tradisi puasa 40 hari Nabi Musa. Tradisi berpuasa Nabi Isa inilah yang menjadi cikal bakal puasa Pra-Paskah umat Katolik selama 40 hari, yang dimulai dari Rabu Abu hingga Jumat Agung.

Selanjutnya yang terakhir adalah puasa Ramadhan di masa Nabi Muhammad SAW. Perintah wajib puasa Ramadhan turun sekitar 18 bulan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, tepatnya pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah. Allah SWT menurunkan perintah ini dalam firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 183: 

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183) 

Ayat ini menegaskan bahwa kewajiban berpuasa bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga telah menjadi bagian dari ibadah umat terdahulu. Perintah puasa ini kemudian dijalankan selama sebulan penuh di bulan suci Ramadan, menggantikan praktik puasa sebelumnya yang dilakukan secara berkala dalam beberapa hari tertentu. 

Puasa Ramadan pertama kali dilaksanakan pada tahun kedua Hijriah, tepatnya pada Senin, 10 Syaban tahun ke-2 Hijriah, atau sekitar satu setengah tahun setelah Rasulullah SAW dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah. Sejak saat itu, Rasulullah SAW menjalankan ibadah puasa Ramadan hingga akhir hayatnya, dengan total sembilan kali menjalankan puasa Ramadan. 

Tujuan utama dari puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, umat Islam diajarkan untuk mengontrol hawa nafsu dan meningkatkan kualitas ibadah. Selain itu, puasa juga berfungsi sebagai sarana untuk introspeksi diri dan meningkatkan solidaritas sosial dengan sesama.

Diskusi 0

Belum ada diskusi di sini. Jadilah yang pertama!

Beri Komentar

Bagikan pemikiran atau pertanyaan Anda di bawah ini.